Mencintai Produk Dalam Negeri Dapat Meningkatkan Pendapatan Negara

  irmages
     Bela negara yang selalu didengung-dengungkan oleh petinggi bangsa Indonesia sejak dulu memang merupakan sesuatu yang amat penting bagi keberlangsungan suatu negara.
Dengan perkembangan IPTEKS dan munculnya berbagai bentuk hambatan, gangguan, tantangan dan ancaman di luar pertahanan  keamanan yang semakin luas dan rumit, pengertian bela negara mulai berkembang sebagai upaya untuk menjamin integritas dan eksistensi NKRI, baik dalam aspek ideology, politik,ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan keamanan. (Parlaungan Adil Rangkuti ,2007)
     Bentuk hambatan, gangguan, tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh bangsa dan negara dalam upaya menjamin kelangsungan hidupnya, semakin sulit dideteksi dan dianalisa dalam segala bidang. Sehingga perlu rasanya masyarakat kembali sadar dan peduli terhadap nilai-nilai kepejuangan bangsa sebagai pengembangan kesadaran bela negara. Karena upaya bela negara bukan hanya sebagai hak dan kewajiban setiap warga negara, akan tetapi juga merupakan kehormatan dan tanggung jawab moral setiap anak bangsa.
     Oleh karena gangguan terhadap bangsa tidak hanya dari segi keamanan saja maka perhatian kita juga tidak boleh terpusat hanya pada satu permasalahan saja. Namun untuk saat ini yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan adalah ancaman terhadap aset negara berupa budaya dan produk lokal yang telah menghadapi perdagangan bebas. Baru-baru ini Indonesia menyetujui adanya kerjasama perdagangan bebas ASEAN-CHINA yang dikenal dengan ACFTA. Oleh sebab itu menyoroti dampak perdagangan bebas pada pasar Indonesia dan kaitannya dengan rasa cinta pada tanah air yang diwujudkan dengan “Cinta Produk Dalam Negeri”.
1cintai-produk-indonesia
     Cinta produk Indonesia dapat menjadi gambaran betapa besarnya rasa cinta masyarakat pada bangsa ini.  Bayangkan, ketika seluruh rakyat Indonesia dengan penuh kesadaran mengonsumsi produk-produk buatan lokal di tengah derasnya arus barang impor dari luar negeri. Secara tak langsung, konsumsi yang begitu besar akan meningkatkan pendapatan pengusaha lokal bahkan pendapatan nasional. Diharapkan pula dengan keuntungan tersebut pelaku usaha akan terus meningkatkan mutu produk-produknya sebagai timbal balik dari kepercayaan publik dalam negeri. Selain itu, permintaan produk lokal yang tinggi tentu menuntut peningkatan jumlah produksi yang juga akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan rakyat Indonesia. Beberapa hal di atas mungkin hanya sebagian kecil dari pentingnya r asa cinta tanah air yang diwujudkan dengan “Cinta Produk Dalam Negeri”.
     Agaknya kita perlu belajar dari masyarakat  Jepang yang sangat loyal terhadap barang-barang buatan negaranya meskipun tidak sedikit ba rang dari luar negeri yang masuk. Karena mereka percaya dengan membeli produk dalam negeri adalah suatu cara membantu negaranya untuk menjadi bangsa yang besar.
     Namun begitupun seharusnya pelaku usaha di tanah air bisa lebih memahami keinginan masyarakat kita yang tidak mau “ditipu”  dengan dijualnya suatu barang yang harganya tidak sebanding dengan mutunya. Maka perlu bagi para pelaku usaha untuk senantiasa meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap konsumen dalam negeri, sehingga masyarakat tidak akan ragu memilih untuk menggunakan produk-produknya.

     Pemerintah juga tidak boleh lepas tangan, dalam hal ini peran pemerintah sebagai teladan sangat diharapkan. Karena bagaimana mungkin masyarakat diminta untuk mencintai produk dalam negeri kalau pejabat pemerintahan sendiri ternyata lebih senang memakai produk-produk luar negeri.

imarges

Manfaat mencintai produk dalam negeri yaitu :

  1. Dengan mencintai produk dalam negeri, kita turut berperan dalam menambah pendapatan negara.
  2. Dengan mencintai produk dalam negeri, kita membantu meningkatkan angka produksi dalam negeri dan mendukung produk dalam negeri untuk bersaing ke pasar International.
  3. Jika kita mencintai produk dalam negeri dan produksi dalam negeri meningkat otomatis lapangan kerja meningkat, pendapatan rakyat juga meningkat bahkan produk yang ditawarkan juga pastinya lebih murah dan perekonomian Indonesia akan membaik .
  4. Dengan mencintai produk dalam negeri berarti kita turut mempromosikan Indonesia kehadapan dunia.

“Semestinya kita harus terbiasa menggunakan dan mencintai produk-produk dalam negeri , karena dengan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri kita dapat berpartisipasi untuk meningkatkan pendapatan negara”

Sumber :

http://www.ighie.com/2010/06/cinta-produk-dalam-negeri-disusun-untuk.html

http://teknologi.kompasiana.com/

Pariwisata Sebagai Sumber Devisa Negara

     Indonesia selain terkenal akan ragam budaya, kuliner dan segala halnya juga terkenal dengan pariwisatanya. Banyak tempat yang menarik di Indonesia yang menjadi pilihan untuk dikunjungi saat hari-hari libur. Tempat-tempat ini pun menarik perhatian para-para turis asing yang tinggal atau pun hanya sekedar datang ke Indonesia.  Mereka biasa ingin berlibut ke tempat-tempat yang menarik yang belum pernah ada di negara mereka.

     Dengan adanya turis mancanegara yang dateng ke Indonesia membuat devisa negara bertambah. Pariwisata yang menarik akan membuat orang-orang pun datang berkunjung. Dengan visa makan Indonesia akan mendapatkaan keuntungan dari turis tersebut. Maka dari itu pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang penting untung mendapatkan surplus untuk negara.

     Peran Pemerintah pun harus di perhatikan. Pariwisata di Indonesia harus lebih di kembangkan lagi dari sisi tempat yang harus lebih di tata lagi. Seperti Bali tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing. Mungkin pantai yang harus lebih dijaga kebersihannya. Serta fasilitas-fasilitas yang ada perlu di mantabkan lagi. Serta masalah kemanan di tempat tersebut.

indrex

     Seperti di ceritakan di atas bahwa pariwisata salah satu yang menaikan devisa negara. Tempat yang menarik, indah dan mengagumkan membuat banyak turis asing yang datang ke Indonesia. Semakin banyak turis asing yang datang pendapatan negara pun semakin meningkat. Serta bisa membuat Indonesia terkenal di mancanegara akan keindahannya.

     Perkembangan pariwisata menyedot devisa negara terletak pada kemampuan mengemas dan mengembangkan tempat tersebut agar menarik perhatian wisatawan.  Pada saat wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Indonesia makan devisa dikit demi sedikit akan bertambah. Belum lagi wisatawan asing yang menetap di Indonesia, dia harus membayar visa kepada negara agar tidak di sebut warga ilegal.

    Walaupun pariwisata salah satu indikator perekonomian negara, namun pariwisata juga menyembunyikan beberapa hal yang jarang diungkap dan dihitung sehingga sangat sulit untuk ditelusuri perannya atau kerugiannya yang dikenal dengan biaya tersembunyi atau hidden cost. Kerugian tersebut disebabkan oleh tangan-tangan jahil atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mementingkan kepentingan peribadi. Tetapi hal tertsebut tidak berpengaruh terhadap perkembangn parriwisata, itu hanya sebagaian kecil masalah yang  masih bisa diatasi.

    Dari keuntungan atau surplus yang di dapat dari sumber-sumber devisa yang ada, suatu negara bisa memanfaatkan keunungan tersebut untuk keperluan-keerluan negara yang bisa menjadi kegiatan ekonomi suatu negara tersebut seperti:

1.     membeli Barang atau Jasa Bahasa Dari Luar Negeri (impor) 

2.     membayar Hutang Pokok Serta bunga Hutang Luar Negeri 

3.      pembiayaan usaha atau kegiatan perdagangan Luar Negeri

4.      membiayai Perwakilan di Luar Negeri (duta Besar, Konsulat, dll) 

5.      membiayai Atlit, Misi Kebudayaan, Metode studi banding / Perjalanan dinas pejabat negara

hal2

Sumber-sumber devisa negara

Setiap negara berusaha untuk memperoleh devisa sebanyak-banyaknya. Devisa yang diperoleh suatu negara dapat bersumber dari hal-hal berikut

1. Ekspor

     Ekspor merupakan kegiatan menjual barang dan jasa ke luar negeri. Dari hasil kegiatan ekspor tersebut, eksportir akan menerima devisa sebagai pembayaran. Semakin besar volume ekspor suatu negara, semakin banyak devisa yang diperoleh. Jika ekspor negara dari tahun ke tahun meningkat maka akan menambah cadangan devisa.

2. Pendanaan luar negeri

     Pendanaan luar negeri merupakan pinjaman atau bantuan yang diterima pemerintah dan pinjaman atau investasi swasta. Pendanaan luar negeri dapat berupa barang dan valuta asing. Bantuan berupa valuta asing atau mata uang asing akan menambah devisa negara. Adapun bantuan yang berupa barang, misalnya peralatan laboratorium, mesin-mesin, dan obat-obatan.
Pendanaan luar negeri dari investasi swasta terdiri atas:

  • Investasi secara langsung yang dilakukan oleh perusahaan multinasional.
  • Investasi portofolio adalah investasi yang berupa pembelian obligasi atau saham-saham oleh investor asing.
  • Pinjaman komersial yang sifatnya jangka pendek. Besarnya tingkat bunga tergantung pada perkiraan resiko pasar.

3. Hibah

     Hibah merupakan pemberian dana dari berbagai negara untuk membiayai pelaksanaan pembangunan di dalam negeri. Lembaga yang sering memberikan hibah antara lain Bank Pembangunan Asia atau Bank Pembangunan Islam, untuk negara asing seperti Jepang, Jerman, dan Australia.

4. Sektor pariwisata

     Keanekaragaman sumber daya alam suatu negara mempunyai daya tarik tersendiri dalam dunia pariwisata. Misalnya di Indonesia, sektor pariwisata merupakan salah satu sumber devisa. Para wisatawan asing yang datang ke Indonesia membutuhkan alat pembayaran domestik. Oleh karena itu, wisatawan tersebut akan menukarkan uang atau valuta negaranya dengan rupiah. Valuta asing tersebut merupakan devisa negara. Agar sektor pariwisata memberikan pemasukan devisa yang banyak maka harus dikelola dengan baik.

5. Tenaga kerja di luar negeri

     Untuk meningkatkan kesejahteraannya, banyak orang yang bekerja di luar negeri. Di Indonesia misalnya, banyak orang yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Dari hasil kerjanya, tenaga kerja tersebut mendapatkan pembayaran dalam bentuk mata uang dari tiap-tiap negara (valas). Agar uang tersebut dapat berlaku di Indonesia sebagai alat pembayaran maka harus ditukarkan dengan rupiah di bank devisa. Dengan demikian, simpanan devisa di bank-bank devisa tersebut bertambah.

“Dengan dikembangkannya tempat pariwisata di Indonesia maka akan menarik para wisatawan turis untuk berkunjung ke Indonesia, hal tersebut akan membuat devisa negara menjadi bertambah”

Sumber :

http://matakristal.com/sumber-sumber-devisa-negara/

http://asriandriani.blogspot.com/2013/05/tugas-4-penambah-devisa-negara.html

Pendidikan Senjata Canggih Pemutus Mata Rantai Kemiskinan

imagtes

Mengharap perubahan Indonesia agar lebih maju di masa depan sesungguhnya hanya dapat dipupuk dengan mengharap perubahan pendidikan. Perubahan pendidikan sangat urgen dilakukan karena pendidikan merupakan investasi kemanusiaan dan tempat merekayasa sumber daya manusia.

Tak heran apabila pada 29 Mei-19 Agustus 1945, bertempat di gedung pejambon (gedung Chuhoh Sangi-In) Jakarta, di tengah kesibukan memikirkan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, para anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai DR.KRT.Radjiman Widyodiningrat mencantumkan salah satu tujuan hakiki pembentukan pemerintahan Negara Indonesia, yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa” (risalah sidang BPUPKI-PPKI, hal 81).

Kemudian gagasan tersebut diabadikan dalam rancangan UUD 1945, Bab XII, pasal 31 yang berbunyi : 1) Tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. 2) Pemerintah harus mendirikan dan mengusahakan satu sistem pengajaran nasional yang lengkap dan serasi yang diatur dengan undang-undang. Bahkan gagasan Widyodiningrat tersebut dibukukan Bung Karno dalam konsep pembukaan UUD 1945 dengan menggarisbawahi Presiden RI.

Dari fakta di atas terbukti bahwa pendidikan memang sangat penting dimiliki, dibenahi, dan dinikmati oleh seluruh insan di jagad ini. Ketika berbicara mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pemerataan pendidikan menjadi sesuatu yang sangat urgen dilakukan, tanpa melihat kaya, agak kaya, miskin maupun agak miskin. Inilah faktor inti yang masih menjadi problem di negeri ini.

Kemiskinan di Indonesia Berdasarkan angka statistik angka Kemiskinan menunjukan trend yang terus menurun, pada tahun 2006 adalah 17,75% atau 39,30 juta pada tahun Maret 2012 turun menjadi 29,13 atau 11,96% dan traget hingga tahun 2014 adalah 8% hingga 10% dari jumlah penduduk. indgex Sumber data TNP2K

Berbagai Instrumen dalam Penanggulangan Kemiskinan yang dilakukan pemerintah antara lain :

  1. Program Bantuan Sosial Terpadu Berbasis Individu atau Rumah Tangga (Klaster I);
  2. Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Komunitas (Klaster II)
  3. Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Usaha Mikro dan Kecil (Klaster IV)

inrdexMelalui Intsrumen Program Bantuan Sosial Terpadu Berbasis Individu atau Rumah Tangga (Klaster I) dalam bentuk Program Keluarga Harapan pemerintah berupaya untuk memberikan Bantuan Beasiswa Miskin untuk memastikan keberlanjutan masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

 

indeeex

Melalui Pendidikan Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Berbicara kemiskinan memang multikompleks dan multidimensional banyak hal yang menjadi penyebab kemiskinan. Salah satu faktor penyebab kemiskinan faktor sulitnya akses pendidikan, akses kesehatan dan infrastruktur yang terbatas dalam menunjang pergerakan roda perekonomian.

Dalam penanggulangan kemiskinan juga tidak dapat dilakukan secara instans namun memerlukan proses dan yang perlu dilakukan adalah bagaimana memutus mata rantai kemiskinan untuk generasi-generasi berikutnya yaitu dengan memberikan kesempatan pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.

Jika diperhatikan Kemiskinan selalu linear dengan kebodohan. Seseorang yang dilahirkan ditengah kemiskinan akan cenderung tidak dapat sekolah karena keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Akhirnya kemiskinan itu melahirkan kebodohan .

Kebodohan tersebut akhirnya akan melahirkan kemiskinan,karena seseorang yang bodoh sulit untuk diterima di dunia kerja yang layak dan akhirnya mereka yang bodoh hanya dapat bekerja di sektor informal karena mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk dapat bekerja secara layak dan akhirnya melahirkan kemiskinan pula.

Iniah yang mungkin menjadi pertanyan, Mana yang lebih dulu ada Telur atau Ayam, Ayam dulu yang ada kemudian bertelur, atau Ada telur dulu baru ada ayam?

Sama halnya dengan kemiskinan, Kemiskinan yang menimbulkan kebodohan atau Kebodohan yang menyebabkan kemiskinan? Pada prinspinya tidak ada manusia yang bercita-cita menjadi manusia yang bodoh dan tidak ada seorangpun yang bermimpi hidup dalam kemiskinan. Oleh sebab itu Melalui pendidikan adalah salah satu cara untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Miskin, Sebuah Fakta

Dari data Badan Pusat statistic (BPS) disebutkan bahwa angka kemiskinan di negeri ini pada maret 2011 mencapai 30,02 juta (12,49%). Ini adalah fakta statistik untuk menjadi acuan dan gambaran betapa angka kemiskinan masih betah bercokol di negeri ini. Angka miskin ini tentu merata di seluruh wilayah dipelosok negeri.

Lagi-lagi, kemiskinan merupakan faktor yang masih menjadi problem untuk dibenahi. Dalam kerangka pendidikan, kemiskinan selalu menjadi penghalang bahkan menjadi momok untuk mewujudkan misi pemerataan pendidikan itu sendiri. Sampai saat ini, diskriminasi pendidikan antara kaya, miskin seakan masih selalu ada. Selain angka kemiskinan yang masih tinggi bercokol, fakta semakin mahalnya biaya pendidikan tidak bisa dielakkan.

Untuk itulah, secara konstitusional, pengajaran, mencerdaskan hidup rakyat, mengatasi kebodohan, kemiskinan, sistem pengajaran nasional harus dan wajib mendapat perhatian utama dunia pendidikan kita, sebab selama berabad abad, penjajah telah mewariskan buta huruf, kebodohan dan keterbelajangan.

Bahkan, jika kita membuka lembaran sejarah, diskriminasi pendidikan formal amat terasa di zaman penjajahan. Hanya segelintir orang tertentu (itupun dari golongan ningrat, berduit, terpandang) yang bisa mengenyam pendidikan. Masihkah hal ini terjadi sekarang? Fakta sejarah dan fakta sekarang bisa kita jawab dengan nurani terbuka.

Putus, Sebuah Keharusan

Mendiknas RI, Mohammad Nuh, dalam kesempatan diskusi formal maupun non formal sering mengungkapkan bahwa antara pendidikan dan kemiskinan itu ibarat dua kutub yang saling berhubungan. Seringkali kemiskinan menjadi penyebab anak didik kehilangan kesempatan atau haknya untuk mengenyam pendidikan. Nah di sisi lain, pendidikan adalah tool untuk mencerdaskan bangsa yang mampu memutus mata rantai kemiskinan itu sendiri.

Melihat fakta kemiskinan di negeri ini, serta melihat fakta masih banyak anak- anak dari keluarga miskin yang kehilangan hak pendidikannya, maka memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan adalah sebuah keharusan. Bahkan hal ini harus dilakukan dengan prinsip “Lebih cepat lebih baik”.

Maka, secara prosedural, cara yang bijak yang harus dilakukan pemerintah dalam konteks “memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan” adalah dengan memberikan beasiswa untuk rakyat miskin. Nah, jika itu dilakukan, tentu kebijakan pemerintah yang sangat mulia tersebut harus diberikan apresiasi tinggi karena selama ini rakyat miskin telah terpasung oleh kemiskinannya untuk memperoleh pendidikan yang baik, termasuk mencari ilmu di perguruan tinggi. Akibat keterpasungan itulah realita yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin masih kerap terjadi di masyarakat kita. Bagaimana tidak, rakyat miskin tidak bisa memperoleh pekerjaan yang baik di pasaran kerja karena kalah bersaing dengan rakyat yang memperoleh pendidikan lebih baik.

Ketika sudah disepakati bahwa pendidikan merupakan tool canggih untuk memutus mata rantai kemiskinan, maka langkah kebijakan dari pemerintah dengan memberikan beasiswa tidaklah cukup. Masih diperlukan pro aktif dari masyarakat luas untuk mengatasi persoalan ini. Ada bebarap langkah dan strategi yang perlu diambil agar pemutusan mata rantai kemiskinan ini berjalan efektif.

  1. Membangun kemauan kuat untuk sekolah. Tahap ini terlihat sederhana, namun sulit pada aplikasinya. Realitas mengatakan, tak sedikit orang yang memiliki dana melimpah namun malas melanjutkan sekolah, sebaliknya tak sedikit orang yang kekurangan malah memiliki kemauan kuat untuk sekolah. Lagi-lagi, tak sedikit pula yang memiliki kemauan sekolah namun terhalang oleh biaya dan akhirnya semangatnya luntur. Di sinilah dibutuhkan konsistensi kemauan kuat untuk sekolah. Sebab disadari atau tidak, kemuan kuat itulah yang mampu menghasilkan energi positif melanjutkan sekolah dan energi positif untuk terbukanya jalan mendapatkan biaya sekolah.
  2. Membangun tradisi membantu. Pada konteks ini, tradisi menjadi donatur untuk memberikan sumbangan seikhlasnya untuk anak anak didik yang tidak mampu perlu diciptakan di segenap aspek lapisan masyarakat, tanpa melihat profesi atau posisi. Tradisi inilah yang diterapkan diberbagai negara maju seperti Japan, Amerika dan Negara maju lain. Dengan prinsip “mari maju bersama” atau “ayo maju bareng” akan mampu mendorong untuk saling membantu sesama dan tidak ada yang terpasung untuk maju.
  3. Pengembangan dan penguatan jejaring. Langkah ini perlu dilakukan untuk menciptakan ikatan-ikatan sosial. Dalam konteks ini, tentunya pembentukan lembaga-lembaga donatur beasiswa seperti Tunas Indonesia (TI) sangat diperlukan. Karena hal ini tentu akan menjadi tool yang mampu menguatkan jejaring ikatan sosial itu sendiri. Maka diperlukan ikatan yang lebih kuat antara lembaga donasi yang ada di pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa dan lainnya.
  4. Kerja keras, Kerja cerdas dan kerja ikhlas. Pada konteks ini, seluruh komponen, baik pemerintah, swasta, kalangan cendekiawan, kalangan industri, media, bahkan kaum pelajar harus saling bahu membahu untuk menciptakan dan membentuk tradisi dengan memaksa diri dalam memajukan pendidikan dan memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas menjadi modal dasar untuk terus dipelihara, dipupuk dan dilaksanakan dengan baik agar masa depan pendidikan menjadi baik dan kemiskinan mampu diputus dengan pendidikan itu.

Harus diakui, pendidikan merupakan tool untuk mencerdaskan bangsa bahkan untuk mengangkat derajat seseorang. Semakin baik pendidikan masyarakat kita maka otomatis tingkat kemiskinan semakin terputus. Dengan pendidikan yang baik yang itulah peluang mendapatkan pekerjaan layak akan mudah diraih.

Terlepas dari segala kekurangan sistem pendidikan di Indonesia, yang terkadang masih ikut menyumbangkan deret pengangguran, paling tidak usaha mencerdaskan bangsa dan memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan harus terus dipupuk demi kajayaan bangsa dan masa depan bangsa yang gemilang. Bagaimanapun, pendidikan adalah modal positif masa depan bangsa.

“ Jika seluruh anak-anak indonesia bisa merasakan pendidikan yang layak dan dengan semestinya yang diharuskan, kemungkinan besar dapat memutus rantai kemiskinan di negara kita karena pendidikan merupakan investasi untuk masa depan “

 Sumber :

http://tunas-indonesia.org/2011/09/pendidikan-senjata-canggih-pemutus-mata-rantai-kemiskinan/

http://birokrasi.kompasiana.com/2013/03/30/memutus-mata-rantai-kemiskinan-melalui-pendidikan-541567.html

Kurikulum Pendidikan Kewirausahaan dan Pengembangannya

  inderx

     Keunggulan suatu bangsa terkait dengan kemampuan daya saingnya dengan bangsa-bangsa lain. Untuk dapat berkompetisi tentu diperlukan keunggulan-keunggulan, baik keunggulan kompetitif (kemampuan SDM) dan komparatif (terkait dengan sumber daya alam yang tersedia). Daya saing mengacu pada kemampuan bersaing seseorang, kelompok, masyarakat atau bangsa terhadap individu, kelompok, masyarakat, atau bangsa lain yang berkaitan dengan nilai berkompetisi terhadap pesaingnya.

     Upaya Pemerintah dalam menyempurnakan sistem pendidikan antara lain dapat dilihat dari disahkannya UU No: 20 tahun2003 tentang SISDIKNAS dan PP No: 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah memberikan banyak ruang bagi lembaga pendidikan untuk membuat dan mengelola kurikulumnya sesuai dengan tensi dan kompentensi wilayah/ lingkungan yang dimilikinya.  Kesempatan ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh setiap sekolah atau pihak pemerintah setempat untuk menciptakan sebuah lembaga pendidikan yang lebih terarah, cakap dan terampil. Hal ini berkaitan erat dengan kurikulum yang disusun di sekolah guna menjawab masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kurikulum berbasis wirausaha. Pendidikan berbasis kewirausahaan adalah proses pembelajaran penanaman tata nilai kewirausahaan melalui pembiasaan dan pemeliharaan perilaku dan sikap.

     Kurikulum yang dibuat harus mengacu kepada kebutuhan daya saing bangsa, serta visi dan misi sekolah dalam menghasilkan lulusan. Perubahan visi dan misi diperlukan dalam rangka menghasilkan lulusan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa, yaitu lulusan-lulusan yang bukan sekedar mencari kerja tetapi lulusan yang juga mampu menciptakan peluang kerja.

     Memang tidak semua bidang ilmu saat ini dapat diaplikasikan di dunia nyata apalagi dunia usaha, maka tantangannya ini adalah mendesain kurikulum yang berbasis wirausaha. Kurikulum berbasis kewirausahaan diharapkan dapat menjadi kurikulum kunci yang akan menjadi ukuran keberhasilan sekolah menciptakan lulusan yang berdaya saing tinggi dipasar kerja.

Kewirausahaan

     Pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu program pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk membangun dan mengembangkan manusia yang berjiwa kreatif, inovati, sportif dan wirausaha. Program pendidikan kewirausahaan ini di kaitkan dan diintegrasikan dengan program-program lain, seperti pendidikan karakter, pendidikan ekonomi kreatif dan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum sekolah. Untuk membangun semangat kewirausahaan dan memperbanyak wirausahawan, Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan. Instruksi ini mengamanatkan kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia untuk mengembangkan program-program kewirausahaan. Selanjutnya, dalam mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif (PEK) tahun 2010-2014, yakni pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.

     Sistem pembelajaran saat ini belum sepenuhnya secara efektif membangun peserta didik memiliki akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter wirausaha. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan jumlah pengangguran yang relatif tinggi, jumlah wirausaha yang masih relatif sedikit, dan terjadinya degradasi moral. Kebijakan untuk menanggulangi masalah ini terutama masalah yang terkait dengan kewirausahaan antara lain dapat dilakukan dengan cara menanamkan pendidikan kewirausahaan ke dalam semua mata pelajaran, bahan ajar, ekstrakurikuler, dan kegiatan pengembangan diri, mengembangkan kurikulum pendidikan yang memberikan muatan pendidikan kewirausahaan yang mampu meningkatkan pemahaman tentang kewirausahaan, menumbuhkan karakter dan keterampilan berwirausaha, dan menumbuhkan budaya berwirausaha di lingkungan sekolah.       

kewirausahaan-di-indonesia-mempengaruhi-perekonomian_56

     Ada banyak nilai-nilai kewirausahaan yang dianggap paling pokok dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik sebanyak 17 (tujuh belas) nilai yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik dan warga sekolah yang lain. Implementasi dari nilai-nilai pokok kewirausahaan tersebut tidak secara langsung dilaksanakan sekaligus oleh satuan pendidikan, namun dilakukan secara bertahap. Tahap pertama implementasi nilai-nilai kewirausahaan diambil 6 (enam) nilai pokok, yaitu:

  1. Mandiri, merupakan sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas 
  2. Kreatif, merupakan berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atas hasil berbeda dari produk/jasa yang telah ada 
  3. Berani mengambil resiko, adalah kemampuan seseorang untuk menyukai pekerjaan yangmenantang, berani dan mampu mengambil risiko kerja 
  4. Berorientasi pada tindakan yaitu mengambil inisiatif untuk bertindak, dan bukan menunggu, sebelum sebuah kejadian yang tidak dikehendaki terjadi. 
  5. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku seseorang yang selalu terbuka terhadap saran dan kritik, mudah bergaul, bekerjasama, dan mengarahkan orang lain 
  6. Kerja keras, merupakan perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalammenyelesaikan tugas dan mengatasi berbagai hambatan.

     Hal ini bukan berarti membatasi penanaman nilai-nilai (internalisasi) kewirausahaan tersebut kepada semua sekolah secara seragam, namun setiap jenjang satuan pendidikan dapat menginternalisasikan nilai-nilai kewirausahaan yang lain secara mandiri sesuai dengan keperluan sekolah.

     Kualitas pendidikan harus terus menerus ditingkatkan. Kualitas pendidikan terkait dengan kualitas proses dan produk. Kualitas proses dapat dicapai apabila proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan peserta didik dapat menghayati dan menjalani proses pembelajaran tersebut secara bermakna. Kualitas produk tercapai apabila peserta didik menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi terhadap tugastugas belajar sesuai dengan kebutuhannya dalam kehidupan dan tuntutan dunia kerja.untuk itu perlu diterapkan pendidikan kewirausahaan di seluruh tingkatan/ jenjang pendidikan. Adapun jenjang pendidikan yang menjadi sasaran program pendidikan kewirausahaan adalah satuan pendidikan mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan menengah atas serta pendidikan non formal (PAUD/TK, SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK, hingga PNF). Melalui program ini diharapkan lulusan peserta didik pada semua jenis dan jenjang pendidikan, dan warga sekolah yang lain memiliki jiwa dan spirit wirausaha.

” Dengan adanya kurikulum pendidikan kewirausahaan ini dapat bertujuan untuk membangun dan mengembangkan manusia yang berjiwa kreatif, inovati, sportif dan wirausaha. “

Sumber :

http://www.pendidikanekonomi.com/2012/07/kurikulum-pendidikan-kewirausahaan-dan.html

Fungsi Serta Peranan Internal Auditor

 Auditors

     Sebagian besar perusahaan didirikan dengan maksud utama, tiada lain dan tiada bukan, semata-mata, untuk memperoleh laba (profit). Perkara tujuan sosial macam corporate social responsibility (CSR) misalnya yang belakangan ini sering digembar-gemborkan di berbagai meja panel seminar, workshop atau podium talkshow, itu adalah hal kedua (jika bukan sekedar public relation lips-service semata.)

Setuju atau tidak, pada kenyataannya perusahaan harus untung dahulu sebelum berpikir tentang hal-hal lain. Dalam pengertian, program-program tambahan macam CSR hanya bisa terlaksana jika perusahaan dalam posisi laba (profit). Jika CSR porsinya sama (atau bahkan lebih penting) dibandingkan laba, tentu pengusaha akan memilih bikin yayasan sosial ketimbang bikin perusahaan atau korporasi.

Sekalilagi, tujuan utama perusahaan adalah: LABA (profit)

Untuk memastikan perusahaan bisa mencapai tujuannya, maka perusahaan harus beroperasi secara efektif. Agar bisa beroperasi secara efektif, perusahaan membuat sistim kendali operasional yang kita di akuntansi kenal dengan istilah “sistim pengendalian intern” (SPI.)

Di atas kertas, jika SPI telah dilaksanakan dengan benar dan konsisten dari waktu-ke-waktu, maka perusahaan bisa beroperasi secara efektif, sehingga tujuan bisa tercapai. Faktor eksternal (pesaing, pelanggan, pemasok, regulasi pemerintah, dll) juga tidak kalah penting pengaruhnya, sehingga sudah pasti ini juga menjadi perhatian serius dari manajemen perusahaan.

Lalu, apa fungsi dan peranan internal auditor? Mengapa manajemen perusahaan perlu internal auditor?

MEMASTIKAN BAHWA SETIAP ELEMEN DI DALAM PERUSAHAAN TAAT KEPADA ATURAN.

Tunggu dulu. Mungkin tidak sesederhana kelihatannya. “Taat aturan” yang disebutkan tadi kan hanya konsep dasar. Selanjutnya, aturan ini ada 2 macam yaitu :

1. Aturan di Dalam (Internal)

Sedikit kebelakang: tujuan perusahaan adalah LABA. Untuk mencapai tujuan ini perusahaan membuat alat kendali yang disebut dengan “sistem pengendalian internal” (SPI). Nah fungsi internal auditor adalah memastikan bahwa setiap elemen di dalam perusahaan taat kepada SPI.

Wujud dari SPI ini berupa: KEBIJAKAN PERUSAHAAN (company or corporate policy) yang kemudian dirinci menjadi ATURAN-ATURAN atau PROSEDUR-PROSEDUR.

Sehingga konkretnya tugas internal auditor ke dalam bercabang lagi menjadi 2, yaitu:

  1. Memastikan bahwa setiap orang di dalam perusahaan bekerja sesuai dengan aturan dan prosedur internal perusahaan
  2. Setiap asset di dalam perusahaan digunakan sesuai dengan aturan dan prosedur.

Dari sini saja, sudah jelas terlihat bahwa fungsi dan peranan internal auditor tidak sesederhana yang dibayangkan oleh orang kebanyakan. Jauh lebih luas ketimbang sekedar mendeteksi dan menangkap pegawai yang melakukan penggelapan (fraudulence). Melainkan memastikan bahwa setiap denyut aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan SPI—atau aturan dan prosedur internal perusahaan.

2. Aturan di Luar (External)

Aturan di luar ini juga tak kalah banyknya, hanya saja bervariasi antara satu perusahaan dengan lainnya—tergantung jenis usahanya, tergantung dengan pihak eksternal mana perusahaan berhubungan, minimal:

a) Investor

Badan usaha yang berbentuk perseroran (baik itu CV maupun PT) sudah pasti memiliki investor yang menanamkan uangnya di dalam perusahaan dalam bentuk kepemilikan saham. Tugas internal auditor adalah memastikan bahwa perusahaan menjalankan hak dan kewajibannya terhadap pemegang saham dengan baik dan efektif. Apa kewajiban perusahaan terhadap investor? Menjalankan usaha secara efektif dan melaporkan hasil usaha dengan benar—tanpa kecurangan dalam bentuk apapun. Konkretnya, perusahaan membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (PSAK untuk di Indonesia. Untuk perusahaan yang sudah berstatus go-public, juga harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh BAPPEPAM—yang intinya adalah menjaga agar hubungan antara investor (public) dengan perusahaan (investee) berjalan secara fair. Tugas internal auditor di dalam perusahaan go public, juga memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan aturan-aturan yang ditetapkan oleh Bappepam.

b) Kreditur 

Semua perusahaan memiliki kreditur, baik itu instutsi keuangan (bank, provider asuransi, perusahaan leasing, modal ventura) maupun supplier/vendor. Tugas internal auditor adalah memastikan bahwa perusahaan telah melaksanakan hak dan kewajibannya terhadap pihak kreditur, sesuai dengan “term and conditions” yang dijadikan acuan di dalam kesepkatan.

c) Ditjen Pajak (DJP)

Perusahaan sudah pasti berhubungan dengan ditjend pajak. Tugas internal auditor adalah memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya dengan benar dan efektif sesuai dengan undang-undang perpajakan tentunya. “Bukankah perusahaan punya bagian pajak (tax man), apakah tidak jadi tumpang tindih (overlapping)?” mungkin ada yang berpikir seperti itu. Tugas internal auditor, konkretnya, adalah memastikan bahwa tax man sudah melakukan pekerjaannya dengan benar.

d) Pemerintah Daerah dan Pusat

Sebagai badan usaha (lokal maupun PMA) yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia, wajib mengikuti aturan baik itu yang ditetapkan oleh pemerintah daerah maupun pusat. Tugas internal auditor adalah memastikan bahwa perusahaan menjalankan hak dan kewajibannya terhadap pemerintah daerah (lokal) di mana perusahaan berada, maupun pusat

e) Badan-badan Pemerintah Tertentu

Bentuk dan jenis badan usaha tertentu juga memiliki hubungan dekat dengan badan-badan pemerintah tertentu. Misalnya: perusahaan bank memiliki hubungan erat dengan Bank Indonesia (BI), ekspor-impor dan forwarding company memiliki hubungan erat dengan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) dan Deperindag, perusahaan penanaman modal asing (PMA) memiliki hubungan erat dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), perusahaan pertambangan memiliki hubungan erat dengan Dinas Lingkungan Hidup, perusahaan jasa perhotelan dan restoran memiliki hubungan erat dengan PHRI dan Dispenda, institusi pendidikan swasta memiliki hubungan erat dengan Depdiknas, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan lain sebagainya. Tugas internal auditor adalah memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan hak dan kewajibannya dengan badan-badan tertentu tersebut.

Dari “taat aturan di luar perusahaan” ini bisa dilihat bahwa tugas internal auditor tidak sesempit yang dibayangkan oleh orang kebanyakan (terutama mereka yang tidak pernah terlibat langsung di dalamnya). TIDAK semata-mata untuk memastikan laporan keuangan perusahaan sudah sesuai PSAK—seperti fungsi auditor eksternal. Jauuuuuhhh lebih luas dari itu.

Memastikan bahwa “PERUSAHAAN TAAT PADA ATURAN” di dalam perusahaan itu sendiri (internal) ditambah dengan eksternal, maka bisa disimpulkan bawa fungsi dan peranan internal auditor di dalam perusahaan sangat luas dan kompleks.

risk-quality-url1

KEPADA SIAPA INTERNAL AUDITOR BERTANGGUNG JAWAB ?

seorang internal auditor bertanggungjawab kepada sebuah team, di dalam perusahaan, yang disebut denganAudit Comitee. Yang duduk di dalam komite ini adalah para eksekutif (board of directors) yang bertindak selaku pembina dan pengawas yang terdiri dari: direktur utama (CEO), direktur keuangan (CFO), Financial Controller (FC), dan para internal auditor itu sendiri selaku pelaksana.

 

Auditor-How-to-Tips-and-Techniques

BAGAIMANA PARA INTERNAL AUDITOR MENJALANKAN FUNGSINYA ?

Bagaimana seorang internal auditor menjalankan fungsi dan tugas-tugasnya yang begitu banyak dan kompleks?

Seperti eksternal auditor, internal auditor juga menggunakan metode dan teknik pemeriksaan (audit) tersendiri yang tentunya hanya dikuasai oleh mereka-mereka yang memang qualified untuk posisi tersebut. Tetapi secara umum mereka melakukan 3 tahapan proses berikut ini:

1. Verifikasi

Pertama-tama mereka melakukan verifikasi yang paling mendasar yaitu: memeriksa apakah semua aktivitas telah memiliki standar operating procedure (SOP)? Jika belum maka mereka merancang prosedur baru untuk kemudian diusulkan di dalam rapat audit commitee. Jika disetujui oleh komite maka prosedur tersebut disyahkan dan diberlakukan. Jika sudah ada prosedur, maka internal auditor melakukan verifikasi lanjutan yaitu dengan membandingkan prosedur yang ada dengan fakta yang terjadi di lapangan. Misalnya: salah satu prosedur perusahaan berbunyi “setiap pembelian aktiva tetap yang melibihi angka Rp 200 juta harus memperoleh approval dari Financial Controller terlebih dahulu“. Internal auditor melakukan verifikasi dengan memeriksa semua dokumen pembelian aktiva tetap yang melebihi angka Rp 200 juta, untuk memperoleh kepastian apakah prosedur tersebut ditaati secara konsisten atau tidak. Hasil verifikasi bisa: “sudah sesuai prosedur standar” (does comply the standard procedure) atau “belum sesuai prosedur standar” (does not comply the standard procedure). Yang belum memenuhi standar, di masukan ke dalam list “follow up.”

2. Investigasi

Aspek atau elemen yang belum patuh terhadap aturan dan prosedur (yang masuk dalam list follow up) ditindaklanjuti dengan tindakan investigasi untuk mengetahui mengapa terjadi penyimpangan, mengapa belum bisa memenuhi standar, apakah faktor orang, lingkungan atau sistem pengendalian internal (SPI)-nya yang tidak terancang dengan baik sehingga perlu perubahan (revisi.) Misalnya (melanjutkan contoh pertama di atas): dalam proses verifikasi internal auditor menemukan 2 dari 20 transaksi yang melebihi nilai 200 juta ternyata tidak memeperoleh approval dari Financial controller terlebih dahulu. Nah ini dianggap masalah atau kasus, di tahapan ini internal auditor melakukan investigasi guna mencari tahu: mengapa ada pembelian aktiva tetap melebihi 200 juta tetapi tidak memperoleh approval? apa sesungguhnya yang terjadi, apakah karena tidak tahu ada prosedur seperti itu atau karena tahu tapi lalai, atau karena sengaja untuk mekasud tertentu?

3. Pelaporan

Apapun hasil verifikasi dan invetigasi dituangkan ke dalam laporan hasil audit untuk dilaporkan, yang selanjutnya dibahas di dalam rapat audit committee. Di rapat audit commitee setiap penyimpangan dibahas, tentunya dilengkapi dengan bukti dan fakta yang ditemukan dalam proses investigasi. Dalam kasus yang rumit, kerap terjadi dimana koordinasi dilakukan di luar rapat (sembari proses investigasi terus dilakukan.)  Berdasarkan hasil invetigasi dan rekomendasi yang diajukan oleh internal auditor, komite mengambil keputusan: apakah perlu melakukan revisi terhadap prosedur yang telah ada atau tidak. Jika tidak, selanjutnya eksekutif tinggal menentkan apakah masalah tersebut perlu di bawa ke dalam rapat dewan direksi (board of directors) guna ditindaklanjuti oleh direktur yang bertanggungjawab di bagian dimana ketidakpatuhan terjadi, atau tidak. Di titik ini internal auditor sudah tidak berperanan lagi. Nanti saat direktur bagian melakukan follow-up, jika memang diperlukan, internal auditor bisa memberikan masukan-masukan dan saran-saran yang mungkin sifatnya lebih specifik, meskipun tidak bersifat wajib.

Ketiga tahapan proses ini terus bersiklus dari waktu-ke-waktu, sepanjang masih ada yang namanya internal auditor dan audit commitee. Hanya saja, panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahapan bisa berbeda-beda (tergantung apakah ada kasus atau tidak, apakah kasusnya mudah diselesaikan atau tidak.) Tentunya, internal auditor tidak memiliki kapasitas (wewenang dan tanggungjawab) untuk menyelesaikan atau mengatasi suatu masalah atau kasus yang mereka temukan. Tetapi mereka diharapkan (dan memang seharusnya) bisa menjadi “pembuka jalan” serta bertindak selaku navigator dalam proses policy maupun decision-making sehubungan dengan masalah atau kasus yang ditemukan.

Kapan dan terhadap apa saja tindakan audit dilakukan?

Semua aspek terkait dengan aturan dan prosedur diverifikasi dan diinvestigasi (bila ada ketidakpatuhan atau incompliance.) Audit, ada yang dilakukan secara terjadwal untuk wilayah-wilayah yang dianggap tidak terlalu rawan penyimpangan, ada juga yang dilakukan secara dadakan sewaktu-waktu untuk wilayah-wilayah yang dianggap rawan terhadap ketidakpatuhan.

Setiap masalah (ketidakpatuhan) yang ditemukan harus disertai rekomendasi prosedur baru yang lebih efektif berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, sehingga hasil audit berikutnya menunjukan kemajuan yang signifikan. Mereka juga diwajibkan untuk selalu melakukan pemantauan untuk mendeteksi dan mencegah potensi ketidakpatuhan di semua wilayah opersional perusahaan. Termasuk memberikan petunjukan, arahan, kalau perlu training terhadap pegawai yang dianggap tidak bisa menjalankan prosedur dan aturan.

APA ENAK NYA JADI AUDITOR ?

  • Power (Wewenang/Pengaruh) Besar – Sudah bukan rahasia lagi, setiap orang di dalam perusahaan menganggap bahwa para internal auditor adalah orang-orang yang dekat dengan para eksekutif, bahkan ada yang mengatakan internal auditor adalah “mata-mata atau telinga-telinga”-nya eksekutif. Yang sinis mungkin mengatakan “tukang ngadu/tukang lapor”. Anggapan yang sugguh keliru. Yang ngadu/lapor adalah data yang mereka temukan, bukan pribadi internal auditornya. Pada kondisi yang paling tidak saya sukai, para internal auditor ini sering menjadi rebutan—untuk diajak masuk ke dalam kelompok-kelompok tertentu—dalam office politic yang sekali lagi, sebuah kondisi yang paling tidak saya sukai. Internal auditor yang ketahuan terlibat dalam office politic biasanya saya pindahkan ke wilayah lain.
  • Banyak Pengetahuan – Di mata saya pribadi, jauh lebih menarik dibandingka gaji dan pengaruh adalah pengetahuan dan pengalaman. Seperti telah saya sampaikan di awal tulisan: siapapun yang ingin menduduki posisi eksekutif di bagian keuangan, di masa depan, mulai sekarang sebaiknya ajukan diri untuk menjadi seorang internal auditor. Mengapa? Karena di posisi ini anda dituntut mengetahui hampir semua aspek operasional perusahaan. Meskipun tidak bisa melakukan pekerjaan marketing misalnya, tetapi anda jadi tahu prosedur yang harus dijalankan dan standar yang harus dipenuhi di wilayah marketing, aturan yang harus diikuti, dan lain sebagainya. Ini sudah merupakan modal awal untuk memasuki jenjang karir yang lebih tinggi.

 Sumber :

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2012/03/apa-sejatinya-fungsi-serta-peranan-internal-auditor-sehingga gajinya-besar/

Etika dan Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

     Etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu; memutuskan secara konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi. Sedangkan tanggungjawab adalah kesiapan seseorang dalam menerima tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya. 

     Untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya untuk memiliki etika dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya dan juga seorang pemimpin harus bertanggungjawab terhadap kewajibannya atau tugasnya serta terhadap yang dipimpinnya.

indeex

  Tanggungjawab kepemimpinan menjelaskan tentang adanya penanggungjawaban yang ditanggungkan kepada seorang pemimpin yang bersifat menyeluruh. Untuk memahami penanggungjawaban seorang pemimpin ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pertama, pemimpin sejati harus menyadari akan tanggungjawabnya secara menyeluruh dan memahami mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui untuk apa ia berada dengan tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggungjawab, pertanggungjawaban kepemimpinan yang ada padanya.
  2. Kedua, pemimpin harus menyadari bahwa ia memiliki kapasitas utuh disertai kemampuan dan keandalan dengan visi, misi dan fokus yang jelas untuk bekerja. Tahu bagaimana bekerja efektif, efisien dan sehat guna memimpin yang membawa keuntungan besar bagi organisasi seperti bawahan, staf, masyarakat dan lingkungan d imana kepemimpinan dijalankan.
  3. Ketiga, pemimpin harus menerima pemercayaan dalam penanggungjawaban kepemimpinan ini dan bertekad kuat mengamalkan tanggungjawab dalam mengelola sikap serta perilaku berkualitas dalam memanajemeni, fokus pada sasaran berhasil, melalui upaya memimpin secara berkualitas.

     Di samping itu, seorang pemimpin juga harus menjalankan kepemimpinan dan tanggungjawabnya dengan beretika. Sehingga didapatlah pemimpin yang memiliki integritas serta kinerja yang baik di mata orang-orang yang dipimpinnya.

     Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggungjawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai tersebut.

Ada beberapa pendapat yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini:

  1. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini; jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda). Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.
  2. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik? .
  3. Berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.
  4. Berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pemimpin yang memiliki etika, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.
  5. Berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebih jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri sehingga kita mampu menuntun orang lain.

     Siapapun pasti tidak ingin disebut sebagai pemimpin tanpa etika. Namun, kekuasaan dan kekuatan di cengkraman diri akan menggoda untuk mempermainkan kekuasaan dan kekuatan sesuai nafsu dan ego diri. Padahal, kekuasaan dan kekuatan itu ada karena titipan dari orang-orang yang percaya pada integritas pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh lupa untuk menjalani kekuasaan dan kekuatan dengan panduan etika dan moralitas yang tinggi.

     Seorang pemimpin yang beretika pasti memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga mampu menggoreskan rasa bangga yang diikuti dengan sikap rendah hati kepada orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memiliki etika juga memiliki kesabaran yang akan mampu menolongnya untuk tetap konsisten terhadap pilihannya dan menunggu hasilnya dengan usaha yang maksimal. Sehingga orang yang dipimpinnya merasa bahwa pemimpin seperti itu patut dijadikan teladan bagi dirinya.
 
      Pada hakikatnya setiap pribadi manusia adalah pemimpin yang mempunyai tujuan untuk dicapai. Setidaknya setiap pribadi adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Jika ia telah mampu untuk memimpin dirinya sendiri maka barulah ia akan mampu untuk memimpin orang lain serta membimbing mereka mencapai tujuan. Seorang pemimpin tentunya memiliki tanggungjawab terhadap sesuatu yang menjadi kewajiban atau tugasnya dan juga harus bertanggungjawab atas kepemimpinannya secara menyeluruh.

333314-415-31
      Selain tanggungjawab, seorang pemimpin juga harus memiliki etika dalam memimpin. Siapapun pasti tidak ingin disebut sebagai pemimpin yang tidak beretika. Pemimpin yang bijak tahu bahwa kekuasaan dan kekuatan tidak akan berjalan sempurna tanpa panduan etika dan moralitas kepemimpinan. Kepemimpinan tanpa etika adalah malapetaka karena dapat menimbulkan ketidakstabilan dan kehancuran.

      Seorang pemimpin wajib untuk memimpin dengan berpondasikan etika yang kuat dan santun. Sebab, tanpa etika kepemimpinan, maka pemimpin tidak akan pernah mampu menyentuh hati terdalam dari para pengikutnya. Selain itu, dia juga akan menjadi orang yang gampang untuk diolok-olok oleh lawan dan kawan. Bila lawan, kawan, dan bawahan sudah suka memperolok-olokan pemimpin, maka malapetaka akan menjadi sahabat kepemimpinan tersebut.
 
      Seorang pemimpin yang memiliki etika dan tanggung jawab akan mampu membawa organisasi yang dipimpinnya sampai ke puncak keberhasilan dengan memanfaatkan semua potensi yang ada pada semua anggota organisasi yang dia pimpin Seorang pemimpin menjadikan etika sebagai dasar mengoptimalkan semua bakat dan potensi sumber daya manusia. Di samping itu, meningkatkan nilai dari semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi serta menghargai semua kualitas  dan kompetensi sumber daya manusia. Dan, bukanlah seorang pemimpin yang menciptakan jarak antara mimpi dan realitas. Tetapi, dia akan mengupayakan semua mimpi pengikutnya menjadi kenyataan dalam kebahagiaan.
 
      Kepemimpinan beretika akan selalu meningkatkan interaksi antara dirinya dengan semua orang yang terlibat bersamanya dalam sebuah tugas ataupun pekerjaan. Interaksi menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang yang terlibat bersama sang pemimpin tidak tersingkir oleh jarak komunikasi. Dengan demikian, semua orang dapat mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam etika yang membangun kerjasama dan keyakinan dalam kepercayaan diri yang tinggi.
 
      Pemimpin yang beretika tidak akan pernah punya niat untuk menyingkirkan bakat-bakat hebat yang menjanjikan masa depan cerah. Dia akan mengilhami semua orang dengan motivasi dan keteladanan untuk mampu mencapai keunggulan serta merangsang semua orang untuk berpikir positif dan bekerja efektif.
 
      Seorang pemimpin harus mengawali dengan membangun kesadaran dirinya bahwa kepadanya ada penanggungjawaban kepemimpinan. Penanggungjawaban kepemimpinan menjelaskan bahwa pemimpin telah diakui serta dipercayai sehingga ia menjadi pemimpin.
 
      Penanggungjawaban kepemimpinan ini juga menjelaskan bahwa pemimpin memiliki tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggungjawab, dan pertanggungjawaban menyeluruh atas segala dan semua dalam kepemimpinannya. Penanggungjawaban kepemimpinan yang ada pada seorang pemimpin menjelaskan bahwa ia sepenuhnya bertanggungjawab atas jatuh-bangunnya kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya. Dalam kaitan ini, keberhasilan atau pun kegagalan kepemimpinan tergantung dan bergantung sepenuhnya pada sang pemimpin.

      Penanggungjawaban kepemimpinan seorang pemimpin memberikan otoritas sebagai landasan kewibawaan kepemimpinannya. Seorang pemimpin yang bijak dan bertanggungjawab pasti memiliki kiat untuk menghindari sekaligus mengatasi tabrakan antara kepentingan pribadi dengan etika dan moralitas kehidupan serta memiliki hati nurani untuk hidup dalam etika yang tidak melecehkan semua kepercayaan dari para stakeholdersnya. Pemimpin yang bijak tahu bahwa kekuasaan dan kekuatan tidak akan berjalan sempurna tanpa panduan etika dan moralitas kepemimpinan.

     Pemimpin dalam hal ini harus berperan aktif memastikan bahwa ia sedang meneguhkan organisasinya, melengkapi bawahannya dan menyiapkan infrastruktur serta semua sumber mengelola kepemimpinannya dengan efektif, efisien dan sehat yang memastikan keberhasilan kepemimpinannya. Pemimpin bertanggung jawab atas semua yang dilihatnya. Itu berarti, dia juga bertanggungjawab atas apa yang dilihat oleh organisasinya serta tim yang dipimpinnya. Dia bertanggungjawab atas hasil-hasil yang dicapainya, baik hasil yang baik maupun hasil yang buruk. Pemimpin bertanggungjawab untuk memulai komunikasi secara proaktif. Ketika kesalahpahaman terjadi dan gossip timbul, pemimpin bertanggungjawab untuk meluruskan dan membangun komunikasi agar kesalahpahaman tidak muncul lagi.
 
      Pemimpin bertanggungjawab untuk memberi contoh sikap yang baik dengan berdasarkan etika seorang pemimpin serta menjadi agen perubahan. Pemimpin mengerti bahwa apa yang dia lakukan akan ditiru dan dimodifikasi oleh orang yang dipimpinnya, karenanya mereka harus mengenakan standar yang tinggi pada dirinya. Menjadi pemimpin adalah menjadi orang yang bisa jadi panutan, baik dalam kinerja maupun integritas. Ia harus hidup sesuai dengan nilai-nilai etika baik yang dianutnya.
 
      Dengan demikian untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, karena seorang pemimpin bukanlah sembarang orang. Seorang pemimpin harus memiliki etika dan wajib bertanggungjawab kepada orang yang dipimpinnya. Dengan kepemimpinan yang beretika, maka akan tercipta keharmonisan dalam menjalin hubungan kerja dengan bawahannya tanpa ada status kedudukan. Selain itu, seorang pemimpin juga memiliki tanggungjawab yang besar, tidak hanya untuk diri dan keluarganya, tetapi juga untuk orang-orang di bawah kepemimpinannya.

      Tanggungjawab kepemimpinan bukanlah sesuatu hal yang dapat dijalankan dengan mudah. Tetapi, semakin besar tanggungjawab kepemimpinan itu, semakin besar pula penghargaan yang diberikan jika dapat memenuhi peranan tersebut.

” Selain bertanggung jawab, seorang pemimpin juga harus mempunyai etika dalam memimpin karena kekuasaan dan kekuatan tidak akan berjalan sempurna tanpa panduan etika dan moralitas kepemimpinan. “

Sumber:

http://www.sumbaronline.com/berita-17104-etika-dan-tanggungjawab-seorang-pemimpin-.html

Dampak Positif dan Negatif Budaya Asing di Kalangan Masyarakat dan Generasi Muda

imaiges

     Era globalisasi dan informasi yang sedang berkembang begitu cepat merasuk dan banyak mempengaruhi sikap serta mental masyarakat terutama di kalangan anak muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia.

     Pesatnya perkembangan teknologi informasi selain berdampak positif bagi masyarakat terutama anak muda, dampak negatif pun berkembang dengan pesatnya. Media-media informasi baik cetak, elektronik maupun internet ikut berperan dalam merubah cara berpikir dan perilaku mereka. Tayangan-tayangan yang disuguhkan sudah melenceng jauh dari kaida-kaidah agama dan moral. .Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari anak muda sekarang.

     Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?.

indee

Langkah-langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadapa nilai nasionalisme yaitu :

  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

imagUes

bahasa

DAMPAK POSIF MASUKNYA BUDAYA ASING

Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan elektronik, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yang mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.

  • Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
  • Terjadinya industrialisasi
  • Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa2 yg maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka
  • Produktifitas dunia industri semakin meningkat
  • Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki
  • Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
  • Terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik

imagesF

fasbuker

DAMPAK NEGATIF MASUKNYA BUDAYA ASING

Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah. Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.

  • masuknya budaya asing yg lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat baik tua maupun muda, dan parahnya biasanya meniru perilaku yang buruk
  • adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dgn kebudayaan dr luar, bisa juga karna memang tidak ada generasi penerus yg melestarikan budaya tsb.
  • Bebasnya setiap orang mengakses ataupun menggunakan teknologi, maka dengan mudah juga terjadi penyalahgunaan fungsi dari teknologi tersebut
  • Teknologi yang tidak akan ada habisnya, akan membuat para penggunanya tidak pernah puas sehingga perlu biaya untuk selalu mengupdate teknologi yang mereka miliki ataupun penggunaan teknologi komunikasi yang makin meluas hal ini akan berakibat terhadap pemborosan biaya
  • Pengalihan kinerja manusia ke mesin tentu makin menyebabkan polusi udara sehingga memperparah pemanasan global
  • menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dgn gotong royong.

 Contoh dampak positif :

perkembangan pada pengetahuan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini, teknologi bukan lagi jadi hal yang baru di masayarakat umum dengan kemajuan teknologi semua dapat dengan mudahnya di selesaikan. Sebagai contoh penggunaan gadget, laptop dan lain sebagainya, dengan gadget dan laptop kita dapat mengetahui informasi apapun, kapanpun dan dimanapun dengan mudah, dengan koneksi intenet tentunya.

Contoh dampak negatif :

jika dalam penggunaan teknologi tidak dapat digunakan dengan benar dan sebaik-baiknya maka  tentunya akan menjadi sangat berbahaya bahkan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai contoh yaitu, penipuan, perjudian, kejahatan dunia maya dan lain sebagainya. Oleh karena itu kita sebagai manusia haruslah selektif dalam memilih hal yang baik dan jangan merugikan diri sendiri serta orang lain.

” Kita harus dapat lebih selektif dalam memilih hal mana yang baik dan buruk, jangan sampai dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. “

Sumber :

http://sitiasiyahaas.wordpress.com/2013/05/13/dampak-positif-dan-negatif-beserta-contoh-perkembangan-budaya-manusia/

http://www.tutorialseo.web.id/2013/02/dampak-positif-dan-negatif-masuknya.html